Tampilkan postingan dengan label Ethnic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ethnic. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2014

[Kenya] Maasai Warriors



Kenya atau yang secara resmi bernama Republik Kenya yakni sebuah negara di wilayah Danau Besar Afrika di Afrika Timur. Negara yang terletak di khatulistiwa ini beribukotakan Nairobi. Kenya memiliki iklim hangat dan lembab sepanjang garis pantai di Samudra Hindia dan terkenal dengan kekayaan satwa liar padang rumput savana pedalaman menuju ibukota. Nairobi sendiri memiliki iklim dingin yang semakin dingin mendekati Gunung Kenya yang memiliki tiga puncak dimana secara permanen tertutup salju.

Kenya terkenal dengan Safari dan suaka margasatwa yang beragam dan taman nasional seperti West Tsavo National Park, Maasai Mara, Lake Nakuru National Park dan Aberdares National Park. Sampai negara itu diberikan kemerdekaan dari Inggris, nama negara ini diucapkan "Keen-ya" namun setelah merdekapengucapan diubah menjadi "Ken-ya". Kata Kenya berasal dari kata Kikuyu, Embu dan Kamba nama untuk ke-3 Gunung Kenya, "Kirinyaga" , "Kirinyaa" dan "Kiinyaa". Kartu pos ini sendiri memperlihatkan Maasai Warriors atau Suku Maasai yang merupakan suku asli Kenya. 


The Maasai (kadang-kadang dieja "Masai") adalah kelompok etnis Nilotic orang semi-nomaden yang mendiami Kenya selatan dan Tanzania utara. Mereka adalah di antara populasi paling dikenal lokal karena tempat tinggal mereka dekat banyak taman nasional di Afrika Tenggara dan mereka memiliki kebiasaan dan pakaian tradisional yang khas sehingga makin mudah dikenali. Suku Maasai berbicara menggunakan bahasa Maa ( ɔl Maa ), yakni rumpun bahasa yang berhubungan dengan bahasa Dinka dan Nuer. Walau begitu mereka juga dididik dalam bahasa resmi dari Kenya dan Tanzania yakni bahasa Swahili dan Inggris. 

Maasai adalah kelompok Nilotic yang mendiami wilayah Danau Besar Afrika. Nilotes berbicara bahasa Nilo-Sahara, dan datang ke Afrika Tenggara dengan cara melewati Sudan Selatan. Kebanyakan Nilotes di daerah tersebut, termasuk Maasai, Samburu dan Kalenjin, adalah penggembala, dan terkenal karena reputasi menakutkan mereka sebagai prajurit dan ternak rustlers. Seperti halnya dengan suku Bantu, Maasai dan Nilotes lainnya di Afrika Timur telah mengadopsi banyak budaya dan praktek-praktek dari kelompok Kushitik termasuk sistem patokan usia organisasi sosial, khitanan, dan istilah bahasa tersendiri. 

Prangko yang ada di kartu pos ini memperlihatkan buah pepaya dan buah yang sekilas mirip anggur atau beri. Ini adalah salah satu terkeren yang aku punya. Luar biasa! Heidi, thank you so much for this amazing postcard. I love it! Aaaaa awesome! Asante kwa wema wako na kusaidia yangu ya kukamilisha yangu postcards nyumba ya sanaa. Mimi kwa kweli kufahamu msaada wako. Kwa mara nyingine tena, asante sana. ^^

Selasa, 13 Mei 2014

[Zimbabwe] African Tribal Dress



Zimbabwe atau yang secara resmi bernama Republik Zimbabwe adalah sebuah negara yang terkurung daratan yang terletak di Afrika bagian selatan antara Zambezi dan sungai Limpopo. Ibukotanya adalah Harare. Zimbabwe mencapai kedaulatan secara de jure dari Inggris pada bulan April 1980, setelah 14 tahun sebagai negara yang belum diakui di bawah pemerintahan minoritas kulit putih konservatif Rhodesia yang secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1965.

Zimbabwe memiliki 16 bahasa resmi dengan bahasa Inggris, Shona dan Ndebele yang paling umum digunakan. Wilayah ini pertama kali dibatasi oleh Cecil Rhodes' British South Africa Company pada 1890, menjadi koloni berpemerintahan sendiri sebagai Rhodesia Selatan pada tahun 1923. Presiden Robert Mugabe adalah kepala negara dan komandan in-chief dari angkatan bersenjata. 

Nama "Zimbabwe" didasarkan pada istilah Shona untuk Great Zimbabwe sebuah kota kuno yang hancur di negara selatan-timur yang tersisa adalah sebuah situs yang dilindungi. Ada dua teori tentang asal-usul kata Zimbabwe ini. Berbagai sumber mengatakan bahwa kata tersebut berasal dari dzimba-DZA- mabwe, diterjemahkan dari Karanga dialek Shona sebagai "Rumah Batu Besar". Arkeolog Peter Garlake mengklaim bahwa "Zimbabwe" adalah bentuk dikontrak dzimba-hwe yang berarti "Rumah Dihormati" di Zezuru yang diambil dari dialek Shona dan biasanya diterapkan pada rumah kepala atau kuburan.

Zimbabwe sebelumnya dikenal sebagai Rhodesia Selatan (1923), Rhodesia (1965) dan Zimbabwe Rhodesia (1979).  Penggunaan kata Zimbabwe pertama kali tercatat sebagai istilah acuan nasional pada tahun 1960, ketika itu diciptakan oleh nasionalis kulit hitam Michael Mawema. Menurut Mawema, nasionalis hitam mengadakan pertemuan pada tahun 1960 untuk memilih nama alternatif bagi negara ini. Nama-nama yang sebelumnya disarankan adalah Machobana dan Monomotapa namun nama Zimbabwe menang dan akhirnya terpakai.

Foto yang ada di kartu pos ini memperlihatkan suku asli Zimbabwe beserta pakaian tradisional yang biasanya mereka kenakan. Terlihat, sebagian perempuan memakai penutup dada dan sebagian lagi tidak memakai tutup dada. Foto ini diambil oleh fotografer David Trickett. This is a surprised card from Rima in Zimbabwe. Aaaaa thank you so muuuuccchhh Rina for your kindness. I'm totally happy and I love this postcard. Indeed! Awesome! :)

Rabu, 07 Mei 2014

[Indonesia] Suku Dayak Kenyah



Suku Dayak Kenyah adalah bagian dari suku Dayak yang termasuk rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Sarawak. Melalui sungai Iwandi, suku Kenyah memasuki Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur dan terpecah dua sebagian menuju daerah Apau Kayan yang sebelumnya dihuni oleh suku Kayan dan sebagian lagi menuju daerah Bahau.

Pergerakan suku ini menuju ke hilir akhirnya sampai ke daerah Mahakam dan menetap di Kampung Pampang Samarinda Utara. Suku Kenyah sendiri terbagi menjadi Kenyah Dataran Rendah dan Kenyah Dataran Tinggi/Usun Apau Kenyah. Suku ini kental dengan kesenian dan budaya seperti bangunannya yang khas, seni ukiran dan tarian termasuklah pakaian tradisional mereka.

Seperti yang terlihat di kartu pos ini. Pakaian suku Dayak Kenyah biasanya menggunakan manik-manik beraneka warna dengan corak yang khas. Pakaian adat wanita dinamakan Ta'a sedangkan pakaian adat pria dinamakan Sapei Sapaq. Ciri khas lainnya adalah tutup kepala yang terbuat dari pandan. Sangat unik :) Harmedia, terima kasih banyak atas kiriman kartu pos yang keren ini ya :) Suka banget!

Kamis, 20 Februari 2014

[Indonesia] Suku Dani di Papua



Tiga orang yang ada di kartu pos ini adalah warga Suku Dani yang mendiami satu wilayah di Lembah Baliem. Suku Dani sendiri pertama kali diketahui keberadaannya lebih dari seratus tahun yang lalu. Hal ini terjadi ketika banyaknya eksplotasi di dataran tinggi pedalaman Papua. Salah satunya ekspedisi Lorentz pada tahun 1909-1910, namun pada saat itu konsentrasi mereka tidaklah di Lembah baliem.

Lalu, penyidik asal Amerika Serikat bernama Richard Archold beserta tim berhasil mengadakan kontak dengan penduduk asli. Hal ini terjadi pada tahun 1935. Lalu pada tahun 1955 pengaruh Eropa mulai dibawa oleh para misionaris yang membangun pusat Misi Protestan di Hategima. Setelah bangsa Belanda mendirikan kota Wamena maka pengaruh agama Katolik mulai dirasakan oleh suku Dani. Walau begitu. dasar religi masyarakat Dani adalah menghormati roh nenek moyang yang disebut Atou, yaitu kekuatan sakti para nenek moyoang yang diturunkan secara patrilinear (diturunkan kepada anak laki-laki)

Suku Dani dikenal sebagai petani yang terampil dan mahir menggunakan perkakas seperti kapak batu, pisau tulang, bambu dan tombak.  Nah, mengenai cara berpakaian, walaupun di kartu pos ini tidak diperlihatkan, laki-laki Suku Dani masih banyak yang mengenakan koteka (penutup kemaluan pria) yang terbuat dari kunden/labu kuning. Sedangkan perempuan Suku Dani biasanya menggunakan pakaian dari rumput/serat dan Suku Dani tinggal di Honai, gubuk yang beratapkan jerami/ilalang. Kartu pos yang keren sekali, salah satu favorit saya selain kartu pos Mentawai yang dulu pernah saya terima. Mbak Mia, terima kasih atas kartu posnya :)

Kamis, 21 November 2013

[Indonesia] Kehidupan Suku Mentawai



Ketika saya membaca novel Rahasia Meede, seingat saya suku Mentawai cukup banyak disebut, malah menjadi saksi kunci dari serangkaian pembunuhan yang terjadi. Hal ini terkait dengan kemampuan seni tato yang dimiliki oleh suku Mentawai. Mentawai sendiri adalah salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Selain jago seni tato, suku ini juga dikenal sebagai peramu yang handal. Wow, sebuah gambar dari secarik kartu pos mampu berbicara banyak hal ya! mbak Yus Mei, terima kasih atas kartu posnya ya :)