Menatap Dunia Melalui Kartu Pos | ポストカードを通して世界を見つめて | पोस्टकार्ड के माध्यम से विश्व को घूर
Tampilkan postingan dengan label Saudi Arabia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saudi Arabia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 Agustus 2017
Senin, 19 Mei 2014
[Saudi Arabia] Mada'in Saleh
Mada'in Saleh (Arab : مدائن صالح ) juga disebut Al -Hijr atau Hegra yakni sebuah situs arkeologi pra-Islam yang terletak di sektor Al-Ula, dalam region Al Madinah di Saudi Arabia. Sebagian besar bangunan berbatu yang ada di lokasi ini merupakan sisa-sisa dari kerajaan Nabatean (abad ke-1 Masehi). Situs ini merupakan pemukiman kerajaan wilayah selatan terbesar setelah setelah Petra. Jejak Lihyanite dan pendudukan Romawi sebelum dan sesudah Nabatean memerintah masing-masing dapat ditemukan di sini.
Al-Qur'an menempatkan daerah pemukiman orang-orang Tsamud di periode setelah nabi Nuh AS dan sebelum periode nabi Musa dimana hal tersebut dapat diartikan terjadi di 3 milenium SM. Menurut teks Islam, Thamudis yang mengukir rumah di pegunungan karena dihukum oleh Allah dikarenakan praktek mereka dalam penyembahan berhala yang kemudian dilanda gempa bumi dan ledakan petir ledakan. Dengan demikian, situs ini telah mendapatkan reputasi sebagai tempat terkutuk. Namun, belakanganpemerintah nasional berusaha untuk mengatasi isu ini danberusaha untuk mengembangkan Mada'in Saleh sebagai salah satu potensi pariwisata.
Sejarah panjang dan banyak budaya yang telah menempati situs ini telah menghasilkan beberapa nama. Yang paling awal dikenal dengan nama Hegra. Nama saat ini berarti "Kota Saleh," serta mengacu pada Al-Qur'an yakni keberadaan Nabi Saleh. Nama Al-Hijr ( bahasa Arab : الحجر "Tempat yang berbatu " ) digunakan untuk menyinggung topografi tempat ini yang memang berbatu.
Pada tahun 2008 UNESCO menyatakan Mada'in Saleh sebagai salah Situs Warisan Dunia dimana hal tersebut menjadikan tempat pertama di Arab Saudi yang dilindungi UNESCO. Tempat ini terpilih untuk dilindungi agar tetap terawat baik yang dari akhir zaman. Terutama 131 potongan batu makam monumental dengan hiasan fasad yang rumit sisa dari kerajaan Nabatean. Ivy, thank you so much for this great postcard. Also, for Yanita who help me to complete my postcard gallery. Hurray! this is 1st written and stamped postcard that I received from Saudi Arabia :) Awesome!
Jumat, 28 Februari 2014
[Saudi Arabia] The Holy Ka'bah
Ka'bah adalah sebuah bangunan berbentuk kubus yang berada di tengah Masjidil Haram di kota Mekkah, Arab Saudi. Ini adalah bangunan suci bagi umat Islam dan menjadi patokan arah kiblat dan patokan untuk hal-hal peribadahan seperti Salat. Ka'bah adalah bangunan yang wajib dikunjungi pada saat musim haji dan umrah. Ka'bah disebut juga Baitullah dan beberapa pendapat mengatakan bahwa Ka'bah dibangun oleh Malaikat, Nabi Adam dan Syits (nama anak lelaki Adam).
Salah satu sumber menuliskan, Ka'bah awalnya dibangun oleh nabi Adam dan kemudian dilanjutka oleh Syits. Saat terjadi banjir di zaman Nabi Nuh, Ka'bah ikut musnah dan Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun kembali Ka'bah. Al Hafiz Imaduddin Ibnu Katsir mencatat riwayat hal ini berasal dari ahli kitab (Bani Israil) bukan dari nabi Muhammad. Ka'bah yang dibangun nabi Ibrahim pun pernah rusak pada masa kekuasaan Kabilah Amaliq. Ka'bah kemudian dibangun kembali sesuai rancangan yang dibuat Ibrahim tanpa ada penambahan ataupun pengurangan. Saat dikuasai Kabilah Jurhum, Ka'bah mengalami kerusakan dan dibangun kembali dengan meninggikan fondasi.
Ka'bah juga dinamakan Bayt al 'Atiq (yang berarti Rumah Tua) yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan nabi Simail. Dalam Al-Quran Surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka'bah telah ada sewaktu nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Pada masa Nabi Muhammad Saw berusia 30 tahun (sekitar tahun 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul), Ka'bah direnovasi saat banjir bandang melanda kota Mekkah.
Pada saat menjelang Muhammad diangkat menjadi nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, bangunan Ka'bah semua merupakan rumah ibadah agama monotheisme (tauhid) ajaran nabi Ibrahim yang berubah menjadi kuil pemujaan bangsa Arab yang di dalamnya diletakkan sekitar 360 berhala yang merupakan perwujudan tuhan-tuhan politheisme bangsa arab di masa kegelapan pemikiran (jahiliyah) padahal sebagaimana ajaran nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran nabi Musa terhadap kaum Yahudi. Hingga akhirnya berhala tersebut dibersihkan ketika nabi Muhammad membebaskan kota Makkah tanpa pertumpahan darah.
Rabu, 26 Februari 2014
[Saudi Arabia] Flood in Mekkah
Saya memang pernah mendengar jika kota Mekkah kebanjiran. Yang terakhir banjir yang cukup menyita perhatian publik dunia (terutama Indonesia) terjadi pada tahun 2008. Menilik sejarahnya, Ka'bah sudah beberapa kali terendam banjir. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab banjir dikabarkan pernah terjadi. Akibatnya, sejumlah dindin Ka'bah rusak terendam air karena pada masa itu pusat arah sholat bagi umat Islam itu belum dibangun dan direkatkan semen, melainkan hanya olahan tanah atau lumpur.
Hal ini dikarenakan kondisi geografis kota Makkah yang berada di lembah dan dikelilingi bukit seperti sebuah mangkok. Maka, bila hujan deras datang, maka banjir pun harus dihadapi oleh penduduk kota Makkah. Namun, seperti yang terlihat pada gambar kartu pos ini, banjir terbesar kota Makkah pernah terjadi di tahun 1941. Hal ini disebabkan pada tahun itu sistem saluran air/drainase di kota Makkah belum sebaik sekarang. Situs wikiislam dot net melaporkan bahwa ketinggian air pada banjir 1941 mencapai 152 cm.
Apalagi Arifin Bey mengatakan dalam bukunya "Tanya Jawab Tentang Islam" terbitan tahun 1960 bahwa struktur tanah di sekitar Mekah adalah pasir dan batu-batuan yang padat sehingga jika terjadi banjir, air tidak dengan mudah menyerap ke dalam tanah. Walau begitu, pemerintahan Arab Saudi terus berupaya menanggulangi dengan cara melakukan pencegahan agar banjir besar seperti tahun 1941 tidak terjadi lagi. Sebuah informasi sejarah mencengangkan yang saya ketahui dari selembar kartu pos. Luar biasa! Mbak Cita, terima kasih atas kiriman kartu posnya ya :)
Senin, 24 Februari 2014
[Saudi Arabia] The Holy Black Stone : Hajar Aswad
Hajar' Aswad (حجر أسود)adalah nama sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga. Batu suci berwarna hitam ini pertama kali ditemukan oleh Nabi Ismail dan kemudian diletakkan oleh Nabi Ibrahim. Dulu, batu ini memiliki sinar yang sangat terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup hingga kemudian berubah warna menjadi hitam.
Batu ini juga diyakini memiliki aroma yang unik dan merupakan aroma alami yang ada semenjak keberadaannya. Pada saat ini Hajar Aswad ditempatkan di sisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya dikarenakan mencium Hajar Aswad merupakan Sunah Nabi Muhammad SAW karena beliau pernah menciumnya setiap Tawaf.
Ketika Rasulullah berusia 30 tahun dan belum menjadi Rasul, bangunan ini direnovasi akibat banjir yang melanda kota Mekkah. Ketika pada akan peletakan Hajar Aswad, Suku Quraisy berselisih mengenai siapa orang yang akan menaruhnya hingga nyaris menimbulkan pertumpahan darah namun dapat diselesaikan oleh seorang pengadil hakim yang memutuskan batu itu diletakkan oleh Nabi Muhammad Saw.
Pada saat itu Nabi Muhammad Saw dengan bijak berkata, "Berikan padaku sebuah kain." Kain itu lantas digunakan untuk menempatkan Hajar Aswad lalu kemudian beliau berkata, "Hendaklah setiap qabilah memegang sisi-sisi kain lalu angkatlah bersama-sama." Ketika sudah sampai Rasulullah kemudian menaruh Hajar Aswad dengan tangannya dan kemudian dibangunlah (bangunan yang menopang batu tersebut). Mas Ardi, sekali lagi terima kasih atas kartu posnya :)
Minggu, 23 Februari 2014
[Saudi Arabia] Arafah And Mina
Arafah atau yang sering disebut padang Arafah adalah area terbuka dan luas yang berada di sebelah timur kota suci Mekkah, Arab Saudi. Ini adalah area yang penting karena setiap tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah semua jamaah haji berkumpul di padang ini untuk melaksanakan wukuf yang merupakan inti dari ibadah haji. Selain terdapat Masjid Namira, di padang Arafah inilah terdapat Jabal Rahmah, yakni sebuah tempat dimana Nabi Adam dan Siti Hawa untuk pertama kalinya dipertemukan kembali oleh Allah Swt setelah 'turun' dari Surga. Tempat ini kini ditandai dengan sebuah tugu.
Menurut sejumlah referensi, wukuf di Arafah merupakan miniatur Padang Mahsyat, dimana seluruh umat manusia akan dibangkitkan kembali dari kematian di yaumil akhir nanti. Setelah dibangkitkan kembali, manusia dihimpun di suatu tempat bernama Padang Mahsyar ini guna mempertanggung jawabkan semua amal perbuatan semasa hidup di dunia. Wukuf seolah mengingatkan manusia akan hari kebangkitan itu sehingga sudah selayaknya semua manusia mempersiapkan diri dalam menghadapi hari kebangkitan tersebut.
"Generan views of Devils in Mina" itu yang terulis dibalik kartu pos ini. Hmm, Devils? Iblis? Apa hubungan tempat ini dengan makhluk ciptaan Allah Swt yang terbuat dari api itu? sebelumnya, saya ingin menginformasikan sedikit mengenai Mina. Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak 5 Km sebelah timur Mekkah. Mina terletak antara Mekkah dan Muzdalifah dan dijuluki sebagai kota tenda karena berisi tenda-tenda untuk jutaan jamaah haji dari seluruh dunia. Mina akan didatangi setiap tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf.
Di Mina, jemaah akan melakukan Lontar Jumrah yakni kegiatan yang merupakan salah satu bagian dari ibadah haji. Jemaah akan melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang atau jumrah dalam bahasa arab. Para jemaah akan mengumpulkan batu-batu tersebut di hamparan Muzdalifah dan melemparkannya ke jumrah. Entah bagaimana sejarahnya sehingga melempar jumrah ini diartikan seolah melempari iblis atau bisa diartikan untuk menghalau iblis dari kehidupan manusia.
Sabtu, 22 Februari 2014
[Saudi Arabia] Al-Safa and Al-Marwah
Shofa dan Marwah adalah nama dua bukit yang terletak di Masjidil Haram di kota Mekah, Arab Saudi. Ini adalah tempat dilaksanakannya ibadah Sa'i dalam rukun ibadah haji dan umrah. Sa'i dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) sejumlah 7 kali bolak-balik dari Bukit Shafa dan Bukit Mawah, begitupun sebaliknya. Jarak antara kedua bukit ini yakni 405 meter. Ketika melintasi Bathnul Waadi yaitu kawasan yang terletak di antara bukit Shafa dan bukit Marwah (kini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau) para jema'ah pria disunahkan untuk berlari kecil sedangkan jama'ah wanita berjalan cepat.
Dalam sejarah Islam, Nabi Ibrahim As diperintah Allah Swt untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar beserta putranya Ismail yang masih bayi di gurun sebagai ujian bagi keimanannya. Saat perbekalan habis, Siti Hajar mencari bantuan. Ia meninggalkan Ismail di tanah yang sekarang menjadi sumber mata air Zamzam. Siti Hajar meninggalkan Ismail karena berharap mendapatkan air di bukit Shofa. Namun dia tidak menemukan air tersebut lalu pindah ke bukit Marwah. Hal ini dilakukan sebanyak 7 kali. Saat ia kembali ke Ismail, ia melihat air telah memancar dari tanah di dekat kaki bayi Ismail yang sedang menangis.
Umat Islam percaya bahwa saat itulah Allah Swt mengutus malaikat Jibril untuk memunculkan air di sana. Ketika melihat air memancar, Siti Hajar menampungnya dalam pasir dan batu. Zamzam sendiri berati "Berhentilah Mengalir". Yakni ungkapan yang diucapkan berulang-ulang oleh Siti Hajar saat berupaya menampung air itu. Daerah di sekitar munculnya air tersebut lalu berubah menjadi sumur dan dijadikan tempat beristirahat bagi para Khalifah yang kelak berkembang menjadi kota Mekkah tempat lahirnya nabi Muhammas Saw. Saat ini jalan diantara Safa dan Marwah sudah dibangun untuk mempermudahkan para jama'ah dalam menjalankan rukun ibadah haji atau umrah. Mas Ardi, sekali lagi terima kasih atas kartu pos ini :)
Kamis, 20 Februari 2014
[Saudi Arabia] The Sacred Site of Prophet Ibrahim
Ini adalah gambar Maqam Ibrahim atau dieja sebagai Makam Ibrahim yang terdapat di sebelah timur Kabah di kota Makkah. Mungkin sebagian orang mengira situs ini sebagai kuburan Nabi Ibrahim. Namun, hal itu sepenuhnya salah karena situs ini merupakan tempat tersimpannya pahatan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim ketika membangun Kabah. Hal ini mengacu ke bahasa Arab yakni Al-maqam yang berarti Tempat Kaki Berpijak.
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As sedang sibuk membangun Ka'bah, karena tangannya tidak sampai, Nabi Ibrahim lalu mengambil sebuah batu untuk dijadikan pijakan. Begitu dipijak, mungkin karena terlalu kuat (atau berat) nya beliau sehingga bekas kaki beliau tersisa di batu tersebut. Namun riwayat lainnya mengatakan hal ini terjadi ketika Nabi Ibrahim As datang untuk menjenguk Nabi Ismail As, istri Nabi Ismail As berkata kepadanya: "Tundukkan kepalamu agar aku membersihkan kotoran dan debu dari wajah dan kepalamu." Lalu Nabi Ibrahim As mengangkat kaki kanannya dan meletakkannya pada sebuah batu, lalu bekas telapak kakinya tertinggal di batu itu. Mengenai mana yang benar? Hanya Allah Sang Maha Tahu.
Batu ini kini dilapisi dengan perak. Sedangkan bekas kedua tapak kaki yang berukuran 27 cm dan diameter 14 cm ini masih nampak jelas dilihat. Lalu, atas perintah Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi, dibangunlah sebuah kandang besi menyerupai sangar burung untuk melindungi peninggalan nabi Ibrahim As ini. Makam Ibrahim ini dijaga oleh petugas untuk mengawasi jamaah agar tidak berdoa di depannya. Karena makam Ibrahim keberadaannya sebatas untuk dilihat bukan untuk disembah.
Namun, sesungguhnya keberadaan Makam Ibrahim memiliki beberapa keutamaan yaitu sebagai tempat salat sunah setelah jamaah menunaikan Tawaf tujuh putaran dan sebelum menuju bukit Sofa dan Marwah. Sebelum dan sesudah salat sunah dibelakang Makam Ibrahim terdapat doa khusus sebelum kita memanjatkan doa sesuai keinginan. Tempat ini pula menjadi keutamaan umat Islam karena menjadi salah satu lokasi yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT selain Multazam dan Hijir Ismail. Salat sunah dan berdoa dibelakang Makam Ibrohim diyakini sangat mustajab.
Saya sudah akrab dengan gambar ini sejak saya kecil (awal tahun 1990-an). Ini gambar yang persis sama dengan bingkai foto yang terdapat di rumah datok (kakek) saya. Namun baru sekarang, lebih dari 20 tahun kemudian, saya baru mengetahui secara benar gambar apa yang terdapat di bingkai maupun kartu pos yang saya terima ini. Bismillah, semoga suatu saat bisa melihat langsung Makam Ibrahim ini di Mekkah. Amin ya Rabb. Mas Ardi, terima kasih atas kartu pos ini :)
Rabu, 19 Februari 2014
[Saudi Arabia] Al-Masjid al-Nabawi
Al-Masjid al-Nabawi atau yang dikenal dengan Masjid Nabawi, adalah salah satu masjid terpenting bagi umat Islam (setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yarusalem). Masjid Nabawi terletak di Kota Madinah, Arab Saudi dan merupakan masjid yang dibangun oleh Rasulullah Saw setelah Masjid Quba yang didirikan Rasulullah dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Masjid Nabawi dibangun pada saat-saat pertama Rasululluah Saw tiba di Madinah. Suatu ketika nabi Muhammad Saw menghentikan perjalanannya dan tiba di lokasi penjemuran kurma milik yatim bersaudara Sahl dan Suhail bin 'Amr yang kemudian tempat tersebut dibeli oleh Rasulullah Saw hingga kemudian dibangun masjid dan dijadikan tempat tinggal Rasulullah Saw. Awalnya masjid ini berukuran 50 x 50 m dengan ketinggian atap 3,5 m. Rasul membangun masjid ini dengan tangannya sendiri bersama para sahabat dan kaum muslimin. Pengerjaannya memanfaatkan pohon kurma (seperti batang untuk tiang masjid).
Masjid ini berkali-kali direnovasi. Renovasi pertama dilakukan Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 Hijriah dan direnovasi kembali oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz meluaskan masjid ini menjadi 6.024 meter persegi pada tahun 1372 H dan dilakukan perluasan kembali oleh Raja Fahd pada tahun 1414 H.
Salah satu bagian Masjid Nabawi yang terkenal adalah Raudlah yang berarti Taman Surga. Doa-doa yang dipanjatkan dari Raudlah ini diyakini akan dikabulkan Allah Swt. Letaknya diantara mimbar dan makam Rasulullah Saw. Ya, Rasulullah Saw memang dimakankan di tempat ini. Tepatnya di sebuah ruangan yang dahulunya merupakan kamar Ummul Mukminin Aisyah ra, Istri nabi Saw. Kedua sahabat nabi, Abu Bakar Al-Shiddiq dan Umar bin Khattab pun dimakamkan di tempat yang tak berjauhan. Mas Ardi, terima kasih kartu pos ini. Bismillah, semoga suatu hari bisa berkesempatan mengunjungi langsung Masjid Nabawi ini. Amin.
Kamis, 14 November 2013
[Saudi Arabia] Sisi Lain Kota Jeddah
Saya belum pernah ke Arab Saudi. Jadi, dalam gambaranku, negeri Arab itu panas, gersang dan berdebu. Namun, begitu melihat kartu pos ini aku salah. Ternyata di kota Jeddah ada sudut kota yang adem seperti ini. Walaupun saya tidak yakin ini kolam buatan atau tepian laut. :) Nah untuk menjawab hal ini, saya harus datang langsung ke sana. *kedip ke Allah Swt* ;)
Langganan:
Postingan (Atom)






















