[keterangan foto menyusul]
Menatap Dunia Melalui Kartu Pos | ポストカードを通して世界を見つめて | पोस्टकार्ड के माध्यम से विश्व को घूर
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Januari 2015
Selasa, 16 Desember 2014
[Indonesia] Getuk
Saya selalu kagum atas hasil fotografi kulinari seperti ini. Kue yang ada di foto ini pun nampak sangat menggoda :) mama timun, terima kasih atas kiriman kartu posnya ya :) pempeknya diambil sendiri di Palembang, oke! :D
Metode lain untuk membuat gethuk adalah dengan menggiling dengan penggiling daging dan potong menjadi kubus. semacam ini getuk juga dikenal sebagai getuk lindri. Sementara grinding mentega, gula, garam, dan kadang-kadang juga susu bubuk, vanili, dan pewarna makanan ditambahkan. Biasanya dijual oleh penjual yang terjadi di sekitar lingkungan di Jawa Timur. Dulu tahun 2005 ke Magelang kok ya nggak cicip ya? hiks, oke sip harus balik lagi ke Magelang :) mbak Uniek, makasih yaaa :)
Selasa, 28 Oktober 2014
[Indonesia] Faces of West Kalimantan
Dulu suku Dayak Iban hanya mengenakan pakaian hasil tenunan atau olahan kulit kayu sendiri dan keterampilan menenun kain ikat ini menjadi syarat layaknya seorang remaja putri untuk memasuki gerbang pernikahan. Semakin melimpahnya kain dan baju jadi di pasar yang mudah dijangkau, mulai melunturkan nilai adat suku Iban yang dulunya membuat sandang sendiri.
Dalam pembuatan kain ikat ini terdapat empat macam warna utama, yaitu merah, hitam, kuning dan putih. Warna merah diperoleh dari daun mengkudu atau kulit kayu salam. Warna hitam dari daun renggat atau lumpur. Warna kuning dari kunyit dan temulawak.
Bagi suku dayak, tato dibuat secara tradisional menggunakan duri dari pohon jeruk (yang seiring perkembangan zaman kini menggunakan jarum) dengan tinta berupa jelaga yang dicampur dengan garam. Bagi suku Dayak, ini bagian dari tradisi, religi bahkan untuk mencirikan tinggi rendahnya status sosial seseorang dan bisa dijadikan penghormatan suku terhadap kemampuan seseorang.
Meskipun setiap sub suku Dayak memiliki aturan dan motif yang berbeda-beda satu sama lain namun tujuan pembuatan tato sendiri sebenarnya memiliki kesamaan secara religi yakni berfungsi sebagai obor atau penerangan dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian setelah kematian. Jadi, semakin banyak tato, maka semakin teranglah jalan menuju alam keabadian itu. Wow, luar biasa!
Pengkang! itulah nama makanan yang ada di kartu pos ini. Sebetulnya, secara penampilan dan rasa, Pengkang mirip dengan lemper hanya isiannya saja yang berbeda. Di Pontianak, lebih sering menggunakan isian ebi (udang kering). Pengkang ini lebih enak jika dimakan dengan dicocol dengan sambal kepah yang khas melayu. Rasa pedas manis sambal dan gurihnya kapah menjadi perpaduan yang enak. Aih, jadi kepingin :)
Kartu pos ini memperlihatkan petani yang berkegiatan di sawah. Sawah ini berada di Pal Lima, yakni nama sebuah kelurahan yang ada di Pontianak Barat. Uniknya, di Palembang juga ada daerah yang bernama Pal Lima, namun karena logat Palembang banyak menggunakan akhiran huruf "o" jadi lebih dikenal dengan nama Palimo :)
Dua kartu pos di atas ini memperlihatkan ciri khas kota Singkawang atau San Keuw Jong, yakni sebuah kota yang terletak 145 km dari kota Pontianak. Nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, san khwe jong yang mengacu pada sebuah kota di bukit dan dekat laut. Di kota ini, penduduknya memang mayoritas keturunan Tionghoa. Awalnya Singkawang merupakan sebuah desa bagian dari wilayah kesultanan Sambas. Desa ini biasa disinggahi oleh pedagang dan penambang emas dari Monterado.
Yihaa, dapetin 'bom' postcard lagi dari Cocon. Makasih ya Con, postcardnya cakep-cakep dan kualitas cetakannya gak kalah sama kartu pos lain kayak produksi Barong. Semoga suatu hari nanti bisa ke Pontianak, amin :) yuk mampir ke toko-nya Cocon untuk melihat koleksi postcards lainnya.
Sabtu, 30 Agustus 2014
[Japan] Wagashi
Wasaghi adalah bahasa Jepang untuk kue dan permen tradisional Jepang. Istilah wasaghi digunakan untuk membedakan dengan kue dan permen dari Barat (Yogashi) yang diperkenalkan orang Eropa ke Jepang sejak zaman Meiji. Kue dari Tiongkok yang diperkenalkan duta kaisar ke Dinasti Tang dan kue yang disebut Namban-gashi yang diperkenalkan misionaris dari Eropa juga digolongkan dalam wasaghi.
Kue tradisional Jepang yang digolongkan sebagai wagashi umumnya berjenis mochi, manju, dango dan buah kering. Kue ini dihidangkan dalam upacara minum teh sehingga sebagaian besar wagashi hanya memiliki satu rasa yakni rasa manis. Dalam upacara minum teg, wagashi yang dihidangkan tuan rumah harus dihabiskan sebelum meminum teh yang mungkin terasa pahit dan sepat. Selain itu, wasaghi juga merupakan karya seni yang indah dilihat. Kadang, bentuknya lebih penting ketimbang rasanya. Keren! Mama Timun, makasih ya atas kartu posnya :)
Senin, 09 Juni 2014
[Russia] Tea of Friendship
Ini adalah kartu pos kesekian yang saya terima dari Oleysa. Sahabat postcrossing yang tiada henti mengirimi saya kartu pos. Seperti yang tertulis di kartu pos, beliau mengundang saya untuk minum teh bersama :) menyenangkan dan semoga suatu saat nanti bisa bertemu dan mewujudkan acara minum teh bersama itu. Oleysa, thank you so much for all your kindness :)
Minggu, 26 Januari 2014
Dari Dawet Ayu Hingga Timun Mas
Dawet Ayu adalah minuman khas dari Banjarnegara. Biasanya minuman tradisional ini mudah ditemukan di pasar-pasar dan di lingkungan masyarakat. Biasanya dijajakan menggunakan gerobak panggul seperti yang ada di kartu pos ini :) Mengenai penamaannya sendiri, terdapat beberapa versi sejarah. Diantaranya, versi penulis terkenal Ahmad Tohari yang berkata bahwa berdasarkan cerita tutur turun-temurun ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal abad ke-20. Nah, generasi ketiga pedagang ini terkenal karena memiliki paras cantik. Maka, dawet yang dijual pun dinamakan Dawet Ayu.
Cerita Timun Mas atau Timun Emas adalah salah satu cerita rakyat yang menemani keseharian saya ketika melalui masa kecil :) Saya beruntung bisa menyerap intisari dan moralitas cerita dimana sebagian besar anak zaman sekarang semakin jauh dari cerita yang mengandung unsur pendidikan budi pekerti ini. Menarik sekali melihat sebuah ceita rakyat 'diterjemahkan' dalam cerita dan gambar di sebuah kartu pos :) keren!
Kedua kartu pos ini adalah sebagian kecil kartu pos pemberian mbak Donna Dwinita atas GA Postable yang beliau adakan. Sungguh ini kejutan yang menyenangkan mbak Donna :) terima kasih banyak ya! oh ya, ini dia kartu pos-kartu pos lain yang mbak Donna kirimkan kepada saya. Semuanya mint! ^_^ ya semoga nanti bisa digunakan untuk official postcrossing atau swap. :)
Kamis, 23 Januari 2014
[Indonesia] Secuil Wajah Jakarta
Jika
berkesempatan datang ke Jakarta (lagi), saya akan menyediakan waktu khusus
untuk mendatangi kawasan Kota
Tua Jakarta yang dulunya dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Uud Batavia) ini. Kapan lagi kan saya
bisa merasakan kawasan yang oleh pelayar Eropa di abad ke-16 dijuluki sebagai
“Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” karena lokasinya yang sangat strategis dan
sumber dayanya yang melimpah.
Kawasan ini disebut jadikan sebagai situs
warisan Jakarta oleh gubernur Ali Sadikin di tahun 1972. Terdapat lebih dari 30
situs dan bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua ini. Nah, lantas
bangunan apa yang terlihat di kartu pos ini? Itu adalah Café Batavia. Bangunan yang diperkirakan
dibangun pada tahun 1805.
Café
Batavia dulunya tempat tinggal pejabat Belanda yang bekerja tepat di depan
bangunan ini. Pada tahun 1993, bangunan ini dijual kepada seseorang
berkebangsaan Australia
bernama Graham James. Pada tahun 1997, bangunan ini beralih fungsi menjadi kafe
karena bangunan ini sempat terbengkalai takkala krisis moneter terjadi di Indonesia.
Terima kasih kepada mas Wib yang
sudah mengirimi saya kartu pos keren ini. Saya jadi teringat novel Rahasia
Meede yang mengambil beberapa bangunan di Kota
Tua sebagai setting ceritanya. Untuk menciptakan kesan jadul, mas Wib bahkan menempelkan perangko kuno dan menulis
beberapa kalimat menggunakan ejaan lama. ^^
Oh
ya, mas Wib ini juga jago motret. Beberapa karya fotonya kini ‘disulap’ menjadi
kartu pos kece. Bagi yang pingin lihat, silahkan main-main ke blog BlackWhiteLover ya. Dan, disaat yang bersamaan mas Wib nggak
hanya mengirimi saya satu kartu pos saja. Ini dia beberapa kartu pos lain yang
saya terima dari mas Wib. Sekali lagi, terima kasih mas Wib :)
Senin, 25 November 2013
Advertising Postcards
Walaupun di profil postcrossing saya menolak mendapatkan advertising card, namun jika kartu posnya cakep seperti yang ada di postingan ini sih lumayan juga ya :) Terlebih untuk dua kartu paling atas karena memang gambarnya diambil dengan sangat baik dan cetakannya juga bagus. Walau begitu, tetap AD Card harus dihindari untuk menutup kemungkinan mendapatkan kartu AD Card yang gak kece seperti yang ada di sini.
Kamis, 21 November 2013
Pepaya dan Jajanan Pasar
Saya tidak tahu apakah pepaya banyak ditemukan di negara lain terlebih di negara yang bukan beriklim tropis. Namun bisa dibilang, buah ini banyak ditemukan di Indonesia. Di kartu pos lain, diperlihatkan beberapa jajanan pasar yang mudah dijumpai di pasar tradisional. Kartu pos ketiga adalah kartu pos yang dikirimkan oleh Sekar namun didesain oleh mbak Novie. Bergambar nasi kuning yang dibentuk menjadi sebuah kereta. Keren banget! Terima kasih mbak Noni, Sekar dan Wulan atas kartu posnya :)
Langganan:
Postingan (Atom)


































