Alhamdulillah udah lama gak terima kartu pos dari anak KPI (atau ex KPI? hwhw) makasih banyak Na Sri.
Menatap Dunia Melalui Kartu Pos | ポストカードを通して世界を見つめて | पोस्टकार्ड के माध्यम से विश्व को घूर
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Oktober 2024
Senin, 13 Desember 2021
Senin, 19 April 2021
Kamis, 22 Maret 2018
Kamis, 01 Maret 2018
Jumat, 11 Agustus 2017
Senin, 05 Januari 2015
Selasa, 16 Desember 2014
[Indonesia] Getuk
Saya selalu kagum atas hasil fotografi kulinari seperti ini. Kue yang ada di foto ini pun nampak sangat menggoda :) mama timun, terima kasih atas kiriman kartu posnya ya :) pempeknya diambil sendiri di Palembang, oke! :D
Metode lain untuk membuat gethuk adalah dengan menggiling dengan penggiling daging dan potong menjadi kubus. semacam ini getuk juga dikenal sebagai getuk lindri. Sementara grinding mentega, gula, garam, dan kadang-kadang juga susu bubuk, vanili, dan pewarna makanan ditambahkan. Biasanya dijual oleh penjual yang terjadi di sekitar lingkungan di Jawa Timur. Dulu tahun 2005 ke Magelang kok ya nggak cicip ya? hiks, oke sip harus balik lagi ke Magelang :) mbak Uniek, makasih yaaa :)
[Indonesia] Jokowi
Joko Widodo (lahir 21 Juni 1961), seorang politisi Indonesia dan mantan pengusaha, adalah Presiden Indonesia saat ini. Dia secara universal dikenal di Indonesia sebagai Jokowi. Dia sebelumnya Gubernur Jakarta dan walikota Surakarta.
Jokowi dicalonkan oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia - Perjuangan (PDI-P), berjalan di 2012 Jakarta pemilihan gubernur dengan Basuki Tjahaja Purnama (sering dikenal sebagai Ahok) sebagai calon wakil presiden gubernur Jokowi terpilih dari. Jakarta pada tanggal 20 September 2012 setelah pemilihan limpasan putaran kedua di mana ia mengalahkan gubernur menjabat Fauzi Bowo kemenangan Jokowi yang secara luas dilihat sebagai mencerminkan dukungan pemilih populer bagi para pemimpin "bersih" "baru" atau bukan "lama" gaya. politik di Indonesia.
Popularitas Jokowi di seluruh Indonesia naik tajam menyusul pemilihannya ke posisi profil tinggi dari Gubernur DKI Jakarta. Selama tahun 2013 dan awal 2014 ia semakin dilihat sebagai PDI-P kandidat potensial untuk pemilihan presiden Indonesia pada tahun 2014. Pencalonannya diumumkan pada tanggal 14 Maret 2014.
Pemilihan presiden diadakan pada tanggal 9 Juli. Setelah beberapa kontroversi mengenai hasil pemilu, Jokowi disebut sebagai presiden terpilih pada 22 Juli 2014. Ia secara resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (Komisi Pemilihan Umum atau KPU), memenangkan lebih dari 53% suara atas lawannya, Prabowo Subianto, yang membantah hasil dan menarik diri dari lomba sebelum penghitungan selesai. Epifania, terima kasih atas kartu pos keren ini :)
Selasa, 28 Oktober 2014
[Indonesia] Faces of West Kalimantan
Dulu suku Dayak Iban hanya mengenakan pakaian hasil tenunan atau olahan kulit kayu sendiri dan keterampilan menenun kain ikat ini menjadi syarat layaknya seorang remaja putri untuk memasuki gerbang pernikahan. Semakin melimpahnya kain dan baju jadi di pasar yang mudah dijangkau, mulai melunturkan nilai adat suku Iban yang dulunya membuat sandang sendiri.
Dalam pembuatan kain ikat ini terdapat empat macam warna utama, yaitu merah, hitam, kuning dan putih. Warna merah diperoleh dari daun mengkudu atau kulit kayu salam. Warna hitam dari daun renggat atau lumpur. Warna kuning dari kunyit dan temulawak.
Bagi suku dayak, tato dibuat secara tradisional menggunakan duri dari pohon jeruk (yang seiring perkembangan zaman kini menggunakan jarum) dengan tinta berupa jelaga yang dicampur dengan garam. Bagi suku Dayak, ini bagian dari tradisi, religi bahkan untuk mencirikan tinggi rendahnya status sosial seseorang dan bisa dijadikan penghormatan suku terhadap kemampuan seseorang.
Meskipun setiap sub suku Dayak memiliki aturan dan motif yang berbeda-beda satu sama lain namun tujuan pembuatan tato sendiri sebenarnya memiliki kesamaan secara religi yakni berfungsi sebagai obor atau penerangan dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian setelah kematian. Jadi, semakin banyak tato, maka semakin teranglah jalan menuju alam keabadian itu. Wow, luar biasa!
Pengkang! itulah nama makanan yang ada di kartu pos ini. Sebetulnya, secara penampilan dan rasa, Pengkang mirip dengan lemper hanya isiannya saja yang berbeda. Di Pontianak, lebih sering menggunakan isian ebi (udang kering). Pengkang ini lebih enak jika dimakan dengan dicocol dengan sambal kepah yang khas melayu. Rasa pedas manis sambal dan gurihnya kapah menjadi perpaduan yang enak. Aih, jadi kepingin :)
Kartu pos ini memperlihatkan petani yang berkegiatan di sawah. Sawah ini berada di Pal Lima, yakni nama sebuah kelurahan yang ada di Pontianak Barat. Uniknya, di Palembang juga ada daerah yang bernama Pal Lima, namun karena logat Palembang banyak menggunakan akhiran huruf "o" jadi lebih dikenal dengan nama Palimo :)
Dua kartu pos di atas ini memperlihatkan ciri khas kota Singkawang atau San Keuw Jong, yakni sebuah kota yang terletak 145 km dari kota Pontianak. Nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, san khwe jong yang mengacu pada sebuah kota di bukit dan dekat laut. Di kota ini, penduduknya memang mayoritas keturunan Tionghoa. Awalnya Singkawang merupakan sebuah desa bagian dari wilayah kesultanan Sambas. Desa ini biasa disinggahi oleh pedagang dan penambang emas dari Monterado.
Yihaa, dapetin 'bom' postcard lagi dari Cocon. Makasih ya Con, postcardnya cakep-cakep dan kualitas cetakannya gak kalah sama kartu pos lain kayak produksi Barong. Semoga suatu hari nanti bisa ke Pontianak, amin :) yuk mampir ke toko-nya Cocon untuk melihat koleksi postcards lainnya.
Jumat, 24 Oktober 2014
[Indonesia] Beautiful Forrest in Kendal
Kabupaten Kendal adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kendal dan masuk dalam wilayah Kedangsapur. Kendal dikenal sebagai kota santri karena terdapat ribuan pondok pesantren terutama di Kecamatan Kaliwungu yang juga dikenal dengan kota seni dan buaya. Uniknya, nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon, yakni Pohon Kendal.
Awal mulanya, tidak ada yang tahu asal usul nama pohon tersebut. Namun ketika Pakuwojo bersembunyi di pohon itu dan seketika pohon terang benderang lalu dinamakan Pohon Qondhali yang artinya Penerang. Hingga kemudian berubah menjadi Kendal. Pohon berdaun rimbun ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500-1546 tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Trenggono. Pada awal pemerintahannya di tahun 1521, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan pusaka kepada Pakuwojo.
Peristiwa ini menimbulkan pertentangan dan mengakibatkan kematiannya tercatat dalam sebuah prasasti. Bahkan hingga sekarang, makam kedua tokoh tersebut dikeramatkan secara luas. Mbak Rini, ayeeey, kartu posnya cakep bener. Mengingatkanku perjalanan ke desa Kedaton akhir tahun 2013 lalu. Terima kasih banyak ya mbak :)
[Indonesia] Tugu Digulis
Tugu Digulis atau yang bernama lengkap Monumen Sebelas Digulis Kalimantan Barat dikenal juga dengan nama Tugu Bambu Runcing atau Tugu Bundaran Untan oleh warga setempat. Ini adalah monumen yang terletak di Bundaran Universitas Tanjungpura, kota Pontianak. Monumen ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan H.Soedjiman pada 10 November 1987.
Awalnya tugu ini berbentuk sebelas tonggak menyerupai bambu runcing yang berwarna kuning polos. Pada tahun 1995, monumen ini dicat ulang dengan warna merah-putih hingga pada tahun 2006 direnovasi lagi sehingga benrbentuk seperti sekarang ditambah lagi hiasan air mancur sehingga makin nampak indah.
Monumen ini didirikan sebagai peringatan atas perjuangan sebelah tokoh Sarekat Islam di Kalimantan Barat
yang dibuang ke Boven Digoel, Irian Barat karena khawatir pergerakan mereka akan memacu pemberontakan terhadap pemerintahan Hindia Belanda. Tiga dari sebelas tokoh tersebut meninggal pada saat pembuangan di Boven Digoel dan lima diantaranya wafat dalam Peristiwa Mandor. Kesebelas tokoh tersebut kini diabadikan sebagai nama jalan di kota Pontianak. Wow, sebuah tugu pun dapat menyimpan sejarah pembuatan yang panjang. Epifiana, yeaay, terima kasih kartu posnya ya :)
Selasa, 21 Oktober 2014
[Indonesia ] Fort Rotterdam
Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Benteng ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1645 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumpa'risi Kallonna (ini nama atau kereta? :D). Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada pemerintahan Raja Gowa ke-14, Sultan Alaudin mengkonstruksi benteng ini menggunakan batu padas yang besumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.
Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke laut. Benteng ini biasa juga disebut orang Gowa-Makassar sebagai Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak hingga kemudian diubah namanya menjadi Fort Rottterdam oleh penjajah Belanda, Cornelis Speelman. Kartu pos yang kece. Terima kasih Buk Sejken KPI.
Sabtu, 30 Agustus 2014
[Indonesia] Batak House
Rumah adat suku Batak biasanya terdapat di perkampungan suku Batak Toba yang mengikuti pola berbanjar (kampung) yaitu suatu tata ruang lingkungan dengan komunitas yang utuh dan kuat solidaritasnya. Desa atau kampung biasanya disebut lumban/huta. Masing-masing desa dilengkapi 2 pintu gerbang (bahal) pada sisi utara dan selatan. Kampung dikelilingi pagar batu setinggi 2 meter yang disebut parik. Di setiap sudut pagar berdiri menara penjagaan yang berfungsi untuk mengintai musuh atau pertahanan karena dulu sering terjadi perang antar kampung.
Pola penataan pada lumban/huta terdiri dari beberapa rumah dan sopo didalamnya. Posisi rumah dan sopo saling berhadapan dan mengacu pada poros sisi utara selatan. Sopo adalah lambung penyimpanan bahan pangan seperti padi dan jagung. Filosofinya yakni masyarakat Batak sangat menghargai arti kehidupan, pangan dan papan yang merupakan penopang dan sumber kehidupan bagi mereka. Irina, kartu pos yang keren!!! makasih banyak ya :)
Jumat, 29 Agustus 2014
[Indonesia] Keraton Surakarta Hadiningrat
Keraton Surakarta atau Istana Kasunanan Surakarta didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak poranda akibat Geger Pecinan di tahun 1743. Istana ini menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan kerajaan mataram oleh Sunan PB II kepada VOC pada tahun 1749. Setelah Perjanjian Giyanti di tahun 1755, keraton ini kemudian dijadikan istana resmi sunan dan rumah tangga istana yang masih menjalankan tradisi hingga saat ini.
Bangunan utama yang ada di kartu pos ini adalah Kori Brajanala (brojonolo) atau Kori Gapit yang merupakan gerbang masuk utama dari arah utara ke dalam halaman Kemandungan utara. Gerbang ini sekaligus menjadi gerbang cepuri (kompleks dalam istana yang dilingkungi oleh dinding istana yang disebut baluwarti) yang menghubungkan jalan sapit urang dengan halaman dalam Istana. Na Sri, makasih kartu posnya ya :) Solo adalah salah satu kota yang ingin aku kunjungi ^^
Selasa, 26 Agustus 2014
[Indonesia] Klenteng Sam Po Kong
Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yakni bekas pesinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He atau yang lebih dikenal dengan Laksamana Cheng Ho. Klenteng ini terletak di daerah Simongan, sebelah barat kota Semarang. Terdapat sebuah tanda yang menunjukkan bekas petilasan yang berciri keislaman dengan ditemukannya tulisan berbunyi, "Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al-Quran"
Klenteng ini disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu Besar yang terletak di sebuah bukit batu. Orang Indonesia keturunan Tionghoa menganggap bangunan itu adalah klenteng. Sekarang, tempat ini dijadikan sebagai pemujaan atau bersembahyang serta tempat ziarah. Untuk keperluan itulah, di dalam gua batu diletakkan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal Cheng Ho seorang muslim tetapi oleh mereka dianggap dewa. Hal ini terkait kepercayaan Kong Hu Cu yang menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka. Mbak Uniek, kartu pos yang spesial :) terima kasih ya. ^^
Kamis, 10 Juli 2014
[Indonesia] Raja Ampat Islands
Raja Ampat adalah kepulauan yang terletak di bagian ujung barat laut dari Kepala Burung Semenanjung di pulau New Guinea, di provinsi Papua Barat, Indonesia, Raja Ampat, atau Empat Raja, merupakan daerah kepulauan yang terdiri lebih dari 1.500 pulau-pulau kecil, gundukan, dan beting sekitar empat pulau utama Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo serta pulau kecil Kofiau.
Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten baru yang terpisah dari Kabupaten Sorong pada tahun 2004. Daerah ini meliputi lebih dari 40.000 km ² darat dan laut, yang juga mengandung Cenderawasih Bay, yang taman nasional laut terbesar di Indonesia. Ini adalah bagian dari Papua Barat dari Indonesia yang sebelumnya Irian Jaya. Beberapa pulau-pulau adalah bagian paling utara tanah di benua Australia. Raja Ampat adalah salah satu destinasi wisata Indonesia. Mari saya ajak untuk datang kesana :)
Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten baru yang terpisah dari Kabupaten Sorong pada tahun 2004. Daerah ini meliputi lebih dari 40.000 km ² darat dan laut, yang juga mengandung Cenderawasih Bay, yang taman nasional laut terbesar di Indonesia. Ini adalah bagian dari Papua Barat dari Indonesia yang sebelumnya Irian Jaya. Beberapa pulau-pulau adalah bagian paling utara tanah di benua Australia. Raja Ampat adalah salah satu destinasi wisata Indonesia. Mari saya ajak untuk datang kesana :)
Nama Raja Ampat berasal dari mitologi lokal yang menceritakan tentang seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat dari tujuh telur menetas dan menjadi raja yang menempati empat pulau terbesar Raja Ampat sementara tiga lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan batu.
Sejarah menunjukkan bahwa Raja Ampat pernah menjadi bagian dari Kesultanan Tidore, kerajaan berpengaruh dari Maluku. Namun, setelah Belanda menginvasi Maluku, itu tak lama diklaim oleh Belanda. Pekerjaan utama bagi orang-orang di daerah ini adalah memancing karena daerah ini didominasi oleh laut. Mereka tinggal di sebuah koloni kecil suku yang menyebar di seluruh wilayah. Meskipun budaya tradisional masih sangat ada, mereka sangat ramah kepada pengunjung. Orang Raja Ampat lebih seperti Ambon daripada orang Papua dan sekarang beberapa dari mereka adalah Muslim dan beberapa dari mereka adalah orang Kristen. Kartu pos yang sangat keren! Terima kasih Yanita dan teman-teman KPI atas kiriman kartu pos ini.
Langganan:
Postingan (Atom)












































