Senin, 10 Februari 2014

[Indonesia] Traditional House In Bawomataluo



Bawomataluo adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Desa ini berada di ketinggian 324 meter dari permukaan laut. Sebelumnya desa ini masuk kedalam kecamatan Teluk Dalam, namun setelah pemekaran wilayah, kini desa Bawomataluo 'berdiri sendiri'. Salah satu atraksi yang terkenal dari desa ini adalah tradisi Lompat Batu. Selain memang desanya indah dan masih banyak kental unsur tradisionalnya, pada tahun 2009 UNESCO memasukkan Bawomataluo kedalam daftar usul sebagai situs warisan dunia yang harus dilindungi.

Kampung yang berada di atas bukit ini memang relatif aman dari ancaman tsunami, namun untuk masuk ke komplek perumahan ini, seseorang harus melalui tangga beton yang menyerupi kuburan bertingkat dengan 7 langkah di bagian pertama dan 70 langkah di bagian kedua. Rumah-rumah saling berhadapan dengan jarak 4 meter. Kepala atau rumah Raja teretak di sisi Selatan Barat dan merupakan bangunan yang terbesar. Rumah-rumah di desa ini didesain oleh Raha Laowo yang merupakan keturunan keluarga Gomo. Pembangunan lalu diselesaikan oleh Saonigeho (Siliwu Gere) yang merupakan generasi pertama dari keluarga Laowo. Saat ini rumah tersebut ditempati oleh ahli waris dari generasi keempat dari keluarga Laowo. Diyakini, rumah-rumah ini dibangun pada abad ke-18.

Berikut ini beberapa faktor mengapa Desa Bawomataluo dipertimbangkan menjadi warisan situs dunia yang dilindungi oleh UNESCO.
  • Merupakan karya kreatif manusia yang genius. Kenapa? karena rumah ini didesain dengan cerminan kecerdasan, musyawarah, kebijaksanaan dari para pemangku kepentingan budaya. Selain itu, tata letak pemukiman direncanakan sesuai dengan topografi dan mencerminkan karya bangunan serta mengintegrasikan penyelesaian tradisi monumental megalitikum.
  • Menjadi contoh dari bangunan lain yang berarsitektur lanskap.
  • Secara langsung terkait dengan peristiwa dan tradisi yang ada di desa tersebut. Misanya dengan ide-ide, keyakinan, karya seni dan sastra.

Kartu pos Bawomataluo tersebut saya dapatkan dari ananda Jc Lee karena berhasil menebak giveaway-nya yang diadakan di Komunitas Postcrossin Indonesia. Selain itu, saya juga mendapatkan beberapa kartu pos lain. Diantaranya yang setema adalah kartu pos-kartu pos ini :)



Gambar yang pertama (kiri atas) yakni rumah tradisional yang ada di Aceh. Gambar yang sebelah kanan persis kartu pos yang saya bahas di bagian atas jurnal ini. Bagian kiri bawah bergambar desa Tomok, yakni sebuah desa yang berada di pesisir timur pulau Samosir, Danau Toba. Sedangkan gambar terakhir yakni rumah Gadang yang ada di Sumatera Barat. :)


Postcard terakhir bertema Sumatera Utara ini memperlihatkan Tugu Perjuangan Rakyat Brastagi.Tugu ini dibangun dengan arsitektur Batak yang sangat kental. Sayang, saya tidak menemukan informasi mendetail mengenai tugu ini. Jc Lee, terima kasih ya atas bom kartu posnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar